Tuesday, October 1, 2019

Ringkasan Jurnal Sistem Penunjang Keputusan


Nama                           : Chandra Hilmawan
Nim                             : 16160096
Nama Penulis             : Luther A. Latumakulita
Judul                           : Sistem Pendukung Keputusan Distribusi BERAS MISKIN (RASKIN) menggunakan Logika Samar



Abstrak 

Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun sistem untuk membantu pihak pengambil keputusan dalam mendistribusikan beras miskin (RASKIN) bagi masyarakat miskin. Sistem ini dapat digunakan bagi pemerintah pada dinas sosial maupun pemerintah dalam tingkatan kelurahan. Dengan menginput data keluarga dalam suatu kelurahan beserta dengan penghasilan perbulan maka sistem dapat menghitung derajat kemiskinan suatu keluarga berdasarkan fungsi keanggotaan fuzzy yang telah didefenisikan untuk kreteria penghasilan keluarga dan jumlah tanggungan keluarga. Dari derajat kemiskinan yang diperoleh maka dapat dipetakan kelayakan suatu keluarga dalam menerima bantuan beras miskin. Ada beberapa tahap yang dilakukan untuk membuat sistem ini yaitu mendefenisikan fungsi keanggotaan fuzzy bagi setiap kriteria dalam hal ini kriteria dibagi dua yaitu kriteria jumlah penghasilan keluarga dan jumlah tanggungan keluarga, menetapkan bobot setiap kriteria, dan menetapkan range kategori kelayakan. Proses fusifikasi dilakukan terhadap data penghasilan keluarga dan jumlah tanggungan keluarga dan hasinya dikalikan dengan bobotnya masing-masing kemudian dijumlahkan untuk mendapat nilai total dan ditranformasikan ke prosentase kelayakan untuk menerima beras miskin. Berdasarkan data-data keluarga yang dimasukan, sistem dapat mentukan kelayakan setiap keluarga dalam menerima beras miskin. 
                                                                                                     
Kata Kunci: Beras Miskin, Fuzzy Logic, Sistem Penunjang Keputusan 

          1.     Pendahuluan
Program beras miskin (Raskin) yang dimulai pada bulan Januari 2002 merupakan program lanjutan dari program Operasi Pasar Khusus (OPK) yang dirancang pemerintah dan dilaksanakan oleh Bulog pertengahan tahun 1998. Program ini adalah penyempurnaan dari program stabilitas harga beras, yang umumnya mahal dan juga kurang adil dinikmati semua orang terutama bagi masyarakat miskin.
Logika fuzzy sebagai salah satu komponen dari soft computing telah banyak diaplikasikan di berbagai bidang kehidupan. Salah satu aplikasi terpentingnya adalah untuk membantu manusia dalam melakukan pengambilan keputusan. Aplikasi logika fuzzy untuk pendukung keputusan ini akan diperlukan ketika semakin banyak kondisi yang menuntut adanya keputusan yang tidak hanya bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak”. Logika fuzzy dapat dterapkan dalam pengambilan keputusan pembagian Raskin agar lebih tepat sasaran dan mengurangi kecurangan dalam pembagian jatah Raskin Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengembangakan suatu sistem penunjang keputusan yang dapat membantu dalam penyaluran beras miskin dengan menerapkan fuzzy logic dalam mengukur tingkat kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu sistem pendukung keputusan yang dapat memberikan suatu alternatif keputusan bagi para pengambil keputusan dalam melakukan distribusi beras untuk keluarga miskin dengan menerapkan konsep logika fuzzy dalam mengukur tingkat kemiskinan keluarga penerima beras miskin berdasarkan criteria yang telah disebutkan dalam batasan masalah diatas.

          2.     Pengertian Raskin
Program raskin (program penyaluran untuk keluarga miskin) adalah sebuah program dari pemerintah. Program tersebut adalah sebuah upaya untuk mengurangi beban penyaluran dari rumah tangga miskin sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan ketahanan pangan dengan memberikan perlindungan sosial beras murah dengan jumlah maksimal 15 kg/rumah tangga miskin/bulan dengan masing-masing seharga Rp. 1.600,00 per kg(netto) di titik distribusi. Program ini mencakup di seluruh provinsi, sementara tanggung jawab dari distribusi beras dari gudang sampai ke titik distribusi di kelurahan di pegang oleh perum bulog.

          3.     Logika Fuzzy, Himpunan Fuzzy dan Fungsi Keanggotan
Logika fuzzy merupakan salah satu komponen pembentuk soft computing. Logika fuzzy pertama kali diperkenalakan oleh Prof.Lutfi A. Zaden pada tahun 1965. Dasar logika fuzzy adalah teori himpunan fuzzy. Pada teory himpunan fuzzy, peranan derajat keanggotaan sebagai penentu keberadaan elemen dalam suatu himpunan sangatlah penting. Nilai keanggotaan atau derajat keanggotaan menjadi ciri utama dari penalaran dengan logika fuzzy tersebut. Ide dasar pada teori himpunan samar adalah setiap elemen dalam himpunan samar mempunyai derajat keanggotaan. Dengan demikian sebuah proposisi tidak hanya bernilai benar atau salah saja tetapi bisa bernilai sebagian benar atau sebagian salah. Nilai itu berupa bilangan real dalam interval [0,1]. Logika fuzzy lahir berdasarkan fenomena – fenomena alam yang serba tidak tepat dan samar ditinjau dari cara berpikir manusia, dimana pada kenyataannya tidak ada suatu kondisi atau pernyataan yang tepat 100% benar atau 100% salah. Prof. Lotfi A. Zadeh mengemukakan bahwa true atau false dalam logika Boolean tidak dapat merepresentasikan pernyataan yang tidak pasti yang berada diantara pernyataan true atau false tadi, seperti yang sering terjadi dalam dunia nyata.

 
 Gbr. 1 Contoh Himpunan Fuzzy

Dengan adanya himpunan fuzzy memungkinkan seseorang untuk dapat masuk kedalam 2 himpunan yang berbeda, MUDA dan PAROBAYA, PAROBAYA dan TUA, dan sebagainya.
Seberapa besar eksistensinya dalam himpunan tersebut dapat dilihat pada nilai keanggotaannya. Dari Gbr.1 diatas, dapat dilihat bahwa :
• Seseorang yang berumur 40 tahun, termasuk dalam himpunan MUDA dengan µMUDA[40] = 0,25; namun dia juga termasuk dalam himpunan PAROBAYA dengan µPAROBAYA[40] = 0,5.
• Seseorang yang berumur 50 tahun, termasuk dalam himpunan MUDA dengan µMUDA[50] = 0,25; namun dia juga termasuk dalam himpunan PAROBAYA dengan µPAROBAYA[50] = 0,5.
Keanggotaan fuzzy memberikan suatu ukuran terhadap pendapat atau keputusan, sedangkan probabilitas mengindikasikan proporsi terhadap keseringan suatu hasil bernilai benar dalam jangka panjang. Misalnya, jika nilai keanggotaan suatu himpunan fuzzy MUDA adalah 0,9 maka tidak perlu dipermasalahkan berapa seringnya nilai itu diulang secara individual untuk mengharapkan suatu hasil yang hampir pasti muda. Di lain pihak, nilai probabilitas 0,9 muda berarti 10% dari himpunan tersebut diharapkan tidak muda.
Fungsi keanggotaan (membership function) adalah suatu kurva yang menunjukan pemetaan titik – titik input data kedalam nilai keanggotaanya (sering juga disebut dengan derajat keanggotaan) yang memiliki interval antara 0 sampai 1 (Kusumadewei, 2004 : p8). Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai keanggotaan adalah dengan melalui pendekatan fungsi. Ada beberapa fungsi yang bisa digunakan.

          4.     Pengertian dan Tujuan Sistem Penunjang Keputusan
Turban, Aronson dan Liang (2005) menunjukkan sistem pendukung keputusan (SPK) sebagai sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi keputusan semiterstruktur. Sistem pendukung keputusan dimaksudkan untuk menjadi alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas kapabilitas mereka, namun tidak untuk menggantikan penilaian mereka. Tujuan Sistem Pendukung Keputusan: a) Membantu manejer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semiterstruktur; b) Mendukung penilaian manajer, bukan mencoba menggantikannya; c) Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

          5.     Perancangan Sistem
Perancangan sistem diawali dengan membuat struktur tabel dan relasi antar tabel. Struktur Tabel dapat dilihat pada Tabel 1, sedangkan untuk Relasi Antar Tabel dapat dilihat pada Gbr. 2.


Gbr. 2 Relasi Antar Tabel

Relasi yang terjadi antara table lingkungan dan keluarga yaitu relasi One to Many dengan sisi many adalah table Lingkungan pada field ID dan sisi One adalah table keluarga pada field ID_Keluarga. Dilain pihak tabe; keluarga berelasi dengan table R_Keluarga juga menganut jenis relaswi One to Many denga sisi many adalah table keuarga pada field ID dan sisi one adalah table R_Keluarga pada field ID_Kel.

          6.     Hasil dan Pembahasan
Hasil Penelitian ini dapat dilihat dalam program aplikasi yang dibangun selanjutnya akan dibahas setiap antar muka yang dalam penulisan ini menggunakan istilah form seperti berikut.
Form menu utama adalah form yang pertama dimunculkan pada saat program dijalankan, namun menu-menu yang tersedia masih dalam keadaan tidak aktif sampai kepada tahapan login dilakukan barulah menu-menu yang tersdia diaktifkan kembali sesuai dengan hak pemakai yang telah diatur. Form Menu Utama dapat dilihat pada Gbr. 3 dibawah ini:

 
Gbr. 3 Form Menu Utama

Selain Form Menu Utama, juga terdapat Form Login, Form Ganti Password, Form Setup Fungsi Penghasilan (Lihat Gbr. 4) , Form Setup Fungsi Anggota Tanggungan, Form Pembobotan Kriteria, Form Penginputan Data Lingkungan, Form Penginputan Data Keluarga, Form Penentuan Keputusan, serta Contoh Laporan Hasil Keputusan (Gbr. 5). Untuk kepentingan penulisan paper ini, maka tampilan form akan dibatasi.

Gbr. 4 Form Setup Fungsi Penghasilan

Gbr. 5 Contoh Laporan

          7.     Kesimpulan dan Saran
Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Beras Miskin (RASKIN) Menggunakan Fuzzy Logic dapat membantu pengambil keputusan dalam mengambil keputusan berkaitan dengan distribusi beras miskin. Penggunakan Fuzzy Logic dalam system ini menghasilkan hasil perhitungan kelayakan penerimaan setiap keluarga di Kelurahan Singkil II menjadi lebih logis dan dapat diterima kebenarannya Sistem ini dapat dikembangkan sengga mencakup system informasi kependudukan secara menyeluruh dengan tetap menyertakan peruses pendukung keputusan yang telah dibangun ini. Diharapkan agar system ini dapat diterapkan sehingga dapat mambantu penyaluran beras miskin dan tepat sasaran.

Referensi
[1] Fathansyah. 1999. Basis Data. Bandung: Informatika
[2] Hermawan Julius, 2005, “Membangun Decision Support System”, Penerbit Andi, Yogyakarta
[3] Kadir, Abdul. 2002. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi
[4] Kawengian, R. 2008. Sistem Informasi Perpustakaan Propinsi Sulawesi Utara. [skripsi]. FMIPA UNSRAT, Manado.
[5] Kusumadewi, Sri. 2010. Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Graha Ilmu
[6] Wang, Shin-Yun, and Chih-Chiang Hwang. 2011. An application of fuzzy set theory to the weighted average cost of capital and capital structure decision Technology and Investment 1.4 (2010): 248+.
[7] http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukun g_keputusan [8] http://typecat.com/pdf/PENGERTIANRASKIN.html

Thursday, September 26, 2019

Proses Bisnis TI


DESKRIPSI USECASE


Deskripsi Use Case diagram Mencatat Pesanan

Use Case Name
Mencatat Pesanan
Actor
Bagian Penjualan
Tujuan
Pemakai dapat mencatat pesanan pelanggan sekaligus menyimpan dan cetak data
Pre. Order
Pemakai telah login
Skenario
1.      Klik Form PO
2.      Tampil Form
3.      Input data pesanan
4.      Klik simpan dan cetak

Deskripsi Use Case diagram Membuat Surat Jalan

Use Case Name
Surat Jalan
Actor
Bagian Penjualan
Tujuan
Pemakai dapat membuat surat jalan dan mencetak surat jalan.
Pre. Order
Pemakai telah login
Skenario
1.      Klik Form Surat Jalan
2.      Input data
3.      Klik simpan dan cetak

Deskripsi Use Case diagram Faktur Penjualan

Use Case Name
Faktur Penjualan
Actor
Bagian Penjualan
Tujuan
Pemakai dapat membuat dan mencetak fatur penjualan
Pre. Order
Pemakai telah login
Skenario
1.      Klik Form faktur
2.      Input data
3.      Klik simpan dan cetak

Deskripsi Use Case diagram Laporan Penjualan

Use Case Name
Laporan Penjualan
Actor
Bagian Penjualan
Tujuan
Pemakai dapat melihat dan mencetak laporan penjualan
Pre. Order
Pemakai telah login
Skenario
1.      Pemakai Login ke laporan
2.      Pemakai membuka menu laporan penjualan
3.      Pemakai memilih menu laporan bulanan
4.      Mencetak laporan

Deskripsi Membuat Surat Pengeluaran Barang

Use Case Name
Surat Pengeluaran Barang
Actor
Bagian Penjualan
Tujuan
Pemakai dapat membuat surat pengeluaran barang
Pre. Order
Pemakai telah login
Skenario
1.      Pemakai membuka form surat keluar
2.      Input barang keluar
3.      Klik simpan dan cetak



ACTIVITY DIAGRAM









Friday, September 28, 2018

Pengertian Beserta Fungsi HUB, SWITCH, ACCESS POINT, Dan ROUTER

HUB

HUB merupakan salah satu perangkat keras penunjang yang sangat penting di dalam jaringan komputer, HUB sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer. Sehingga jika HUB mengalami kerusakan maka seluruh jaringan komputer akan terputus.




SWITCH

Switch merupakan sebuah perangkat jaringan pada komputer yang menghubungkan perangkat pada sebuah jaringan komputer dengan menggunakan pertukaran paket untuk menerima, memproses dan meneruskan data ke perangkat yang dituju. Switch juga dianggap sebagai jembatan banyak port yang menggunakan alamat dari hardware untuk memproses dan mengirimkan data pada layer kedua dari model OSI.

Fungsi switch sebagai repeater dan splitter, maksud dari repeater adalah sebagai penguat jaringan. Switch bisa dipakai untuk memperluas area cakupan dari jaringan yang dibuat tanpa membutuhkan kabel yang panjang. Sedangkan fungsi splitter adalah sebagai pemecah jaringan. Hal ini biasanya dilakukan di kantor yang memiliki banyak lantai, sehingga setiap lantai dapat memiliki jaringan tersendiri, meskipun sebenarnya berada dalam satu jaringan utama yang sama.


ACCESS POINT

Access Point merupakan perangkat yang digunakan untuk membuat koneksi wireless pada sebuah jaringan. Adapun beberapa fungsi Access Point, sebagai berikut :
1. Mengatur agar IP dapat berfungsi sebagai DHCP server.
2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA).
3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses.
4. Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel.



ROUTER

Router merupakan salah satu perangkat keras jaringan komputer yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya. Router dengan skala besar menawarkan berbagai tingkat fungsionalitas tergantung pada tujuan bagaimana fungsi router dibuat. Menggunakan router yang tepat sangat penting dalam jaringan komputer, sehingga Anda harus memahami berbagai jenis router dan fungsi router yang mereka berikan. Fungsi router pada umumnya adalah sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Namun router berbeda dengan Switch, karena Switch hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dan membentuk LAN (local area neteork). Sedangkan router digunakan untuk menghubungkan antar satu LAN dengan LAN yang lainnya.



Sekilas tentang Subnetting


Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet." Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya jaringan beralih dari host yang mengandung satu router -router dalam jaringan multi).
Mengapa harus melakukan subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  • Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  • Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
  • Mengoptimalkan network performance.
  • Mempermudah pengelolaan network.
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara yaitu binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Penjelasanya adalah bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Kenapa bisa seperti ?maksud /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Pengertian IP beserta perbedaannya

IP ADDRESS

IP Address merupakan suatu deretan angka bineryang disusun dengan kisaran antara 32 bit sampai dengan 128 bit dan digunakan sebagai alamat identifikasi pada masing – masing komputer. Dalam ilmu jaringan komputer penggunaan angka dengan 32 bit dipakai pada IP Address khusus versi IPv4 sedangkan untuk angka 128 bit untuk yang versi IPv6.

Fungsi IP Address

A. IP Address sebagai identifikasi host
    Jika komputer diibaratkan sebagai manusia, maka IP Address akan digunakan sebagai nama atau identitas terutama dalam semua aktifitas yang berhubungan dengan jaringan. Pada sistem jaringan komputer dikenal istilah host dan penggunaan IP Address dimaksudkan untuk mengidentifikasi masing – masing host. Tentu saja tidak boleh ada host yang memiliki IP Address sama.

B. IP Address sebagai alamat lokasi jaringan
    Selain sebagai identifikasi host penggunaan IP Address juga dimaksudkan sebagai alamat lokasi jaringan. Maksudnya adalah penamaan IP Address bisa memberikan informasi dari negara mana komputer atau host yang dimaksud. Fungsi ini biasanya dijalankan pada aktivitas menggunakan internet karena dengan IP Address data bisa sampai pada komputer yang tepat. Untuk memeriksa IP Address bisa melalui setting jaringan atau menggunakan web browser.


IP PUBLIC

Sebuah alamat IP publik yang ditugaskan untuk setiap komputer yang terhubung pada internet dimana setiap IP adalah unik. Maka akan tidak bisa ada dua komputer dengan alamat IP publik yang sama dalam seluruh Internet. Skema pengalamatan memungkinkan komputer untuk “menemukan satu sama lain” dan melakukan pertukaran informasi. Pengguna tidak memiliki kontrol atas alamat IP (publik) yang diberikan ke komputer. Alamat IP publik ditugaskan untuk komputer oleh Internet Service Provider secara langsung setelah komputer terhubung ke gateway Internet.

Contoh ip public:
210.123.123.123
118.123.17.1


IP PRIVATE

IP Private adalah IP yang bersifat pribadi dan lokal, lokal maksudnya IP ini hanya digunakan sebagai identifikasi komputer pada jaringan tertutup yang bersifat pribadi. IP private ini tidak bisa digunakan untuk mengakses jaringan internet karena pada umumnya IP private di seragamkan nilai awalnya agar sesama komputer di jaringan tersebut dapat saling berhubungan. Contoh IP lokal yang sering digunakan adalah IP 192.16x.x.xxx (kelas C).

Contoh ip private:
10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)
172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
192.168.0.0 – 192.168.255.255 (Total Addresses: 65,536)

 PERBEDAAN IP PUBLIC DAN IP PRIVATE

IP publik adalah IP yang digunakan dalam jaringan global Internet, karena kelas IP ini digunakan di dalam jaringan internet maka IP ini bisa diakses melalui jaringan internet secara langsung. Perangkat yang menggunakan IP public biasanya bertindak sebagai SERVER atau ROUTER , seperti web server,mailserver,DNS server,Game Server dan server yang lain dengan tujuan agar server bisa diakses dari jaringan manapun di dunia ini yang terkoneksi ke internet. Untuk dapat menggunakan IP public, suatu organisasi harus mendaftarkan diri agar mendapat alokasi IP public yang akan digunakan.IP public bisa didapat dari ISP (internet service provider).


Komputer dengan IP public memerlukan pengamanan extra karena sangat rentan terhadap serangan dari hacker yang ada dalam jaringan internet.Alokasi IP public sudah diatur dan di distribusikan berdasar negara, artinya kita bisa mengenali negara pengguna internet dari IP 36.79.151.75 adalah IP indonesia yang dimiliki oleh telkom speedy. untuk mengeceknya kita  bisa menggunakan tool whois IP ,dengna kata lain penggunaan IP public diatur ketat oleh asosiai internet global dan setiap IP telah didaftarkan kepada pemegang yang sah dan hanya bisa dipakai oleh pemilik yang sah.

 IP PRIVATE

Hanya digunakan pada jaringan LAN. Disebut private  karena IP ini hanya bisa diakses dari jaringan local saja dan tidak bisa diakses melalui jaringan internet secara langsung tanpa bantuan router(NAT). IP private digunakan untuk  jaringan local (LAN) agar sesama komputer dapat saling berkomunikasi, misalnya digunakan di jaringan sekolah,kantor,toko,dll . Perangkat kantor /gadget seperti printer,komputer,laptop,smartdevice menggunakan ip private .
Agar IP private dapat terhubung ke internet maka diperlukan router yang ditugaskan untuk nge NAT (agar semua IP local bisa terkoneksi ke internet dengan menggunakan IP Publik yang terkoneksi langsung ke Internet) , walau sudah terkoneksi ke internet IP private tetap tidak bisa diakses langsung dari jaringan internet, karena dari sudut pandang Internet, IP private mu terlihat seperti IP publik yang digunakan untuk NAT(karena kamu pake ip private dan menggunakan NAT IP publik untuk terkonek ke internet).



IP PRIVATE persis seperti nomer telepon local/interkom dalam sebuah kantor ,nomer local intercom tidak bisa digunakan untuk menelepon ke luar (katakanlah internet) . Diperlukan Nomer telepon yang terdaftar ke telkom (katakanlah 1 IP publik) agar pengguna intercom bisa menelepon ke semua nomer yang ada di dunia (katakanlah Berinternet)
Dalam penggunaan nya IP private tidak perlu didaftarkan/registrasi ke pihak otoritas sebelum digunakan karena penggunaan IP private telah diatur,dialokasian  dan distandarkan oleh IANA (Lembaga yang mengatur penggunaan dan pengalokasian IP di planet bumi ) dalam terbitan RFC 1918 seperti tertera di bawah ini.
Alokasi IP v4  private sesuai standar internasional ketika  Internet Engineering Task Force (IETF) telah menunjuk  Internet Assigned Numbers Authority (IANA) untuk mengalokasikan IPv4 untuk jaringan private , yang diterbitkan dalam  RFC 1918 sebagai berikut:



RFC 1918 NAME
Rentang IP
Total Jumlah IP
Laergest CIDR block (SubnetMask)
Host ID Size
Mask BIts
Classful Description
24-bit block
10.0.0.0 – 10.255.255.255
16,777,216
10.0.0.0/8 (255.0.0.0)
24 bits
8 bits
Single class A network
20-bit block
172.16.0.0 – 172.31.255.255
1,048,576
172.16.0.0/12 (255.240.0.0)
20 bits
12 bits
16 contigious class B networks
16-bit block
192.168.0.0 – 192.168.255.255
65,536
192.168.0.0/16 (255.255.0.0)
16 bits
16 bits
256 contigious class C networks

sedangkan untuk IPv6 diterbitkan dalam RFC 4193



RFC 4193 Block
Prefix/L
Global ID (random)
Subnet ID
Number of addresses in subnet

48 bits

16 bits
16 bits
fd00::/8
fd
xx:xxxx:xxxx
yyyy
18,446,744,073,709,551,616